Halaman

Hamster

Rabu, 29 Mei 2013

Peringatan Isra’ Mi’raj 1



A. Mukaddimah (prolog)
بسم الله الرحمن الرحيم. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. الحمد لله الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ (الإسراء: 1). الحمد لله الملك الوهاب الجبار التواب الذى جعل الصلاة مفتاحا لكل باب. والصلاة والسلام على من نظر الى جماله بلا ستر ولا حجاب وعلى جميع الآل والأصحاب وكل وارث لهم الى يوم المآب. أشهد أن لا اله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبى بعده. أما بعد.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah Swt…
Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati.
Remaja-remaji yang saya cintai.
Ade-ade sekalian yang saya kasihi.
Dan rekan-rekan yang saya banggakan.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berlalu. Tidak terasa peringatan demi peringatan Isra miraj, sering kita laksanakan setiap tahun. Walaupun peristiwa yang sangat bersejarah ini telah berulang kali kita peringati, namun hal ini tidak pernah membosankan kita sebagai seorang mukmin. Karena dengan adanya peringatan Isra mi’raj ini, sangat banyak manfaat yang akan kita dapatkan, baik itu berupa pelajaran, hikmah bagi kita, maupun sebagai siraman rohani dan pemantapan iman di dalam dada-dada kita.
Mengapa saya katakan sebagai siraman rohani dan pemantapan iman? Karena Isra dan Mi’raj merupakan peristiwa maha ghaib yang menuntut umat manusia, bukan hanya umat Islam, untuk mengimaninya.
Sebagaimana kita tau, Isra dan mi’raj merupakan fenomena ilahiyah (atau sebuah kenyataan yang sengaja tuhan ciptakan) yang telah muncul sejak masa awal kelahiran Islam itu sendiri, di tengah masyarakat yang memiliki gaya berpikir sangat primitif dan sederhana, belum mampu menemukan discovery atau penemuan-penemuan ilmu pengetahuan modern sepeti zaman sekarang ini. Sehingga sangat sulit bagi seseorang di zaman itu untuk percaya terhadap peristiwa Isra dan mi’raj ini. Oleh karenanya, bukan sesuatu yang aneh, jika tidak sedikit orang-orang yang telah memeluk Islam, akhirnya kembali menjadi kafir, karena peristiwa yang mereka anggap tidak masuk akal ini.
Isra dan mi’raj adalah mu’jizat ilahiyah yang memang tidak mesti terjangkau oleh akal manusia. Akal manusia sangatlah terbatas untuk bisa menelusuri eksistensi Isra dan miraj itu sendiri, karena Isra dan miraj adalah termasuk urusan ghaib yang tidak bisa dicapai oleh sesuatu yang bersifat inderawi (Al hawas). Dalam hal inderawi ini akal hanya diperintahkan untuk meyakini dan tunduk kepada apa saja yang difirmankan oleh Allah swt, dan disabdakan oleh nabi Muhammad saw.
Di sinilah kita bisa membuktikan kelemahan akal manusia. Dari mana kita coba buktikan? Contoh…, kalau kita berandai untuk membawa akal kita kembali ke zaman dahulu, ke zaman dimana belum ditemukan saintis, tekhnologi, dan ilmu‑ilmu pengetahuan modern seperti zaman sekarang ini. Di zaman kolot yang kalo kata anak sekarang, “zaman kuda masih gigit besi”.
Kalau pada waktu itu ada orang yang bercerita tentang radio, televisi, komputer, internet. Adanya listrik yang sekali sentuh bisa terang, sekali sentuh bisa gelap dengan seketika. Pastilah ia dibilang tukang sihir. Kemudian bercerita pula tentang seseorang yang mampu menjelajah angkasa raya, bahkan sampai mendarat di bulan dan sebagainya. Maka dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi terhadap seseorang yang bercerita seperti ini. Tidak pelak lagi, dia pasti akan dituduh sebagai seorang pengkhayal, seorang yang aneh, bahkan dianggap gila. Hal‑hal semacam ini, meskipun masih termasuk ke dalam ruang lingkup alam dunia yang bersifat inderawi, tapi kita teramat yakin, pada saat itu akal manusia tidak akan mampu menerimanya. Apalagi dengan hal‑hal yang berbau alam ghaib? Tentunya akal lebih sulit untuk menganalogikan dan menerimanya, kecuali hanya dengan satu hal, “iman!”, bagi orang-orang yang hatinya bersih.
Hal inilah yang dialami oleh baginda Rasulullah Saw ketika menyampaikan peristiwa ini, secara spontan orang‑orang Qurays mengatakan bahwa beliau adalah seorang pembohong, pengkhayal dan bahkan dituduh sebagai seorang yang telah gila, Sehingga tidak sedikit orang‑orang yang masih tipis imannya menjadi murtad kembali dari agama Islam.
Pada zaman kita sekarang, tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita, bila seseorang mampu mendeteksi kondisi luar angkasa hanya melalui sebuah layar komputer, yang sama sekali tidak mempunyai sambungan kabel ke luar angkasa sana. Betapa banyak ilmu‑ilmu baru yang masih akan ditemukan oleh manusia di masa mendatang, yang mungkin pada saat ini masih kita anggap sebagai sesuatu yang mustahil. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt yang mengatakan:
سنزيهم آيتنا في الآفاق وفي أنفسهم حتي يتبين لهم أنه الحق، أو لم يكف بربك أنه علي كل شيء شهيد. (فصلت: 53)
“Akan Kami perlihatkan kepada mereka tanda‑tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. Sehingga jelas bagi mereka, bahwa AI‑Qur’an itu adalah benar. Apakah Tuhanmu tidak cukup bagi kamu bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu”. (QS. 41:53).
B. Beberapa Peristiwa Penting Menjelang Isra` dan Mi’raj
Sebagian ulama berpendapat, bahwa tujuan Isra dan mi’rai adalah merupakan hiburan untuk mengangkat hati Rasulullah Saw yang sebelumnya telah mengalami berbagai cobaan dan ujian dalam mengemban dakwah Islam. Setidaknya ada tiga cobaan besar yang pernah dialami Rasulullah Saw sebelum peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini, yaitu: pengasingan sosial yang dilakukan kaum Qurays terhadap Bani Abdul Muthalib dan Bani Hasyim, Wafatnya dua orang yang sangat dicintai Rasulullah Saw dan yang selama itu senantiasa menjadi penopang dakwah nabi, yaitu pamannya Abu Thalib dan Istrinya Khadijah binti Khuwailid yang senantiasa setia mendampingi Rasulullah dalam pahit getirnya mengemban risalah dakwah. Sehingga tahun terjadinya cobaan ini sering diistilahkan dengan tahun kesedihan (Âm al Huzni), dan soal penolakan masyarakat Thaif terhadap dakwah Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw. Bukan hanya sekedar penolakan, bahkan lebih dari itu, dimana Rasulullah Saw dilempari dengan batu sehingga mengakibatkan kaki beliau bersimbah darah. Selanjutnya akan kita uraikan tiga cobaan itu secara lebih terperinci.
1. Pengasingan
Pada tahun ketujuh sejak kenabian Muhammad saw, seluruh kabilah musyrikin Qurays berkumpul dan sepakat untuk memboikot Bani Abdul Muthalib dan Bani Hasyim dari kegiatan sosial. Bentuk kesepakatan blokade ini adalah: larangan berhubungan jual beli, dan berbicara dengan mereka. Menurut kesepakatan, pengasingan ini hanya bisa dicabut apabila Bani Abdul Muthalib dan Bani Hasyim menyerahkan Muhammad ke tangan mereka untuk dibunuh. Dokumen kesepakatan pengasingan ini ditempelkan pada dinding dalam Ka’bah agar tidak bisa dilihat dan dicabut oleh siapapun.
Dengan ini berarti Qurays telah mengumumkan mulai berlakunya resolusi pengasingan sosial terhadap nabi Muhammad Saw dan para pengikutnya, dan yang telah memeluk ajaran Islam secara khusus, juga terhadap Bani Abdul Muthallib dan Bani Hasyim secara umum walaupun belum masuk agama Islam. Mereka dihimpun disebuah lembah kering yang jauh dari sumber makanan, yang disebut sebagai lembah Abu Thalib. Pengasingan yang tidak berperikemanu­siaan ini berjalan selama tiga tahun lebih. Dalam jangka waktu sepanjang itu, Bani Abdul Muthallib dan Bani Hasyim tidak diperkenankan menjual atau membeli barang apapun di pasar. Sehingga rintihan kelaparan dan tangisan kehausan, selalu terdengar dari kaum tertindas ini. Tidak sedikit diantara mereka yang mengikatkan batu pada perut sekedar untuk menahan rasa lapar yang mereka derita, tidak sedikit diantara mereka yang makan dedaunan untuk sekedar menyumpal perut kosong. Sementara Abu Jahal dan para pengikutnya selalu awas dan waspada terhadap siapa saja yang berani melanggar ketentuan resolusi yang telah disepakati bersama ini. Abu Jahal tidak pernah merasa tersentuh mendengar tangisan bayi dan rintihan orang tua yang sedang menderita kelaparan. Yang terpenting bagi Abu Jahal hanyalah, bagaimana Bani Abdul Muthallib dan Bani Hasyim bersedia menyerahkan nabi Muhammad untuk dibunuh atau mau berhenti dari kegiatan dakwah yang diembannya.
Pada tahun kesepuluh dari kenabian, atas kebesaran Allah Swt, Rasulullah bermimpi, bahwa dokumen kesepakatan yang terdapat di dalam ka’bah itu telah terhapus dimakan rayap, kecuali sedikit tulisan nama Allah yang masih tersisa di dokumen terlaknat itu. Mimpi ini beliau ceritakan kepada pamannya Abu Thalib, Abu Thalib pun mempercayainya. Akhirnya Abu Thalib mendatangi kumpulan kafir Qurays dan menceritakan apa yang telah ia dengar dari keponakannya. Selanjutnya ia mengatakan: “Allahlah yang telah menghancurkan dokumen kalian yang biadab dan terlaknat itu. Jika benar apa yang dikatakan oleh keponakanku, maka kalian harus menghentikan pengucilan dan pengasingan yang tak berperikemanusiaan ini, dan jika ia berbohong maka akan aku serahkan ia kepada kalian untuk dibunuh”.
Kafir Qurays menerima syarat yang diajukan oleh Abu Thatib itu dengan senang, dan mereka merasa bahwa kemenangan segera akan mereka peroleh. Karena mereka sangat yakin, bahwa apa yang dikatakan Muharnmad adalah tidak benar dan mustahil terjadi, sebab dokumen yang dicap dengan tiga stempel itu selalu berada dalam perut ka’bah dan belum pernah dilihat dan disentuh manusia. Mereka bersama­-sama pergi ke ka’bah untuk membuktikan siapa yang akan menang. Sesampai mereka di sana, ternyata yang mereka temui sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Rasulullah Saw. Akhirnya, dengan perasaan marah mereka terpaksa menghapus kesepakatan pengasingan itu. Bani Abdul Muthalib dan Bani Hasyim diperbolehkan kembali ke rumah mereka masing-­masing dan bergaul seperti sedia kala.
2. Tahun Kesedihan (‘Âm AI Huzni)Belum lama Rasulullah merasakan kebebasan dari cobaan pedih berupa pengasingan sosial, yang dilakukan oleh kafir Qurays, cobaan baru yang tak kalah pedihnya pun menimpa. Yaitu wafatnya Abu Thalib, sang paman dan sekaligus sebagai wali bagi baginda Rasul yang ditinggal ayahnya, Abdullah, semenjak beliau berada dalam kandungan ibunya. Abu Thaliblah yang bertanggung jawab atas keselamatan Rasulullah dan selalu melindungi dan menjaganya dari usaha pembunuhan kafir Qurays. Selang beberapa hari setelah wafatnya Abu Thalib, menyusul lagi cobaan yang sangat sulit ditanggung Rasululah, yaitu wafatnya sang istri tercinta Khadijah binti Khuwailid. Maka komplitlah sudah kesedihan yang dialami oleh Rasulullah. Beliau kehilangan penolong dakwah dengan kematian Abu Thalib, dan kehilangan pendamping setia dengan kematian Khadijah binti Khuwailid. Di masa hidupnya, Abu Thalib boleh dikatakan sebagai perisai bagi keberhasilan dakwah Rasulullah. Beliau selalu tampil sebagai pembela tatkala Rasulullah menghadapi ancaman pembunuhan dan penyiksaan dari kafir Qurays. Sementara Khadijah selalu menjadi penyejuk hati dikala gundah, dan menjadi penghibur dikala mendapat kesulitan.
Dengan kepergian Abu Thalib dan Khadijah, berarti Rasulullah telah ditimpa oleh dua musibah besar, yaitu kehilangan penolong dan kehilangan orang sebagai tempat bercerita dan berbagi duka. Pada masa inilah kesedihan yang dialami Rasulullah sampai pada puncaknya. Sehingga tahun ini dikenal sebagai tahun kesedihan (Âm al Huzni).
Memang sebuah kenyataan bahwa kematian Abu Thalib adalah musibah besar dalam kehidupan Rasulullah, karena setelah kepergian beliau, kafir Qurays semakin leluasa menyiksa dan merealisasikan usaha pembunuhan terhadap baginda Rasul, yang tidak pernah bisa mereka lakukan ketika Abu Thalib masih hidup.
Demikian juga halnya dengan kepergian Khadijah, merupakan musibah yang besar dalam kehidupan dakwah Rasulullah saw. Perasaan sedih meliputi beliau, tatkala berada di luar rumah tak didapati lagi Abu Thalib sebagai penjaga dari kejahatan kafir Qurays, dan pulang kerumah hanya menemui sebuah kekosongan, tidak ditemui lagi sang istri yang selalu mengucapkan kata sabar dan selalu mendorong untuk tetap bersemangat malanjutkan perjuangan dakwah. Dimana sekarang hati yang sangat besar itu? Yang bisa menjadi tempat mengadu tatkala butuh pengaduan, yang bisa menyejukkan perasaan dikala kepanasan. Dimanakah akal yang cerdas itu? Yang bisa memberikan solusi dalam berbagai kesulitan, yang selalu membantu dalam menyelesaikan setiap problem yang dihadapi. Dimana jiwa yang wilas asih itu? Yang selalu bersedia menanggung penderitaan dan beban berat dalam memperjuangkan kebenaran. Dimana Khadijah sang istri yang setia? Yang menyatakan iman tatkala orang‑orang mengingkarinya, yang membenarkan tatkala orang‑orang mendustakannya. Dimana sang dermawan itu? Yang menginfakkan hartanya untuk kepentingan agama Allah. Dimana suasana kemesraan itu? Yang selalu diliputi rasa cinta dan kasih sayang, yang selalu mendorong untuk tetap berjuang dengan tegar dan kekuatan. Semuanya telah pergi, seiring dengan kepergian Khadijah menemui Tuhannya. Alangkah mengharukannya, ketika Khadijah sakit ia melihat Rasulullah dalam keadaan sedih, karena membayangkan bagaimana Khadijah yang dulunya hidup mewah dan kaya raya, sekarang terbaring sakit dengan tidak memiliki apa‑apa. Namun apa yang terucap dari mulut wanita yang ikhlas ini? “Wahai Rasulullah, janganlah engkau bersedih, kalaupun ada jalan yang terputus untuk keberhasilan dakwah ini, dan tidak ada papan sebagai jembatannya, saya bersedia menyerahkan tubuh ini sebagai penggantinya!”. Siapakah kiranya yang tidak akan bersedih ditinggal seorang istri mulia seperti ini? Rasulullah sebagai manusia biasa (Basyar), juga tidak luput dari perasaan sedih bila ditimpa musibah yang amat besar seperti ini.
Penulis buku “Sîrah Nabawiyyah wa Atsar Muhammadiyyah” mengatakan: “Setelah Abu Thalib meninggal, permusuhan kafir Qurays semakin menjadi-jadi terhadap Rasulullah. Berbagai penyiksaan diarahkan kepadanya tanpa ada lagi yang membela. Pada suatu hari Rasulullah pulang ke rumahnya dengan kepala penuh dikotori tanah bekas Iemparan kafir Qurays, sehingga salah seorang putrinya membersihkan kepala yang mulia itu sambil menangis. Rasulullah berkata: “Wahai anakku, janganlah engkau menangis! Karena Allahlah yang akan melindungi bapakmu ini”. Sehingga akhirnya Rasulullah mengatakan: “Belum pernah Kafir Qurays melakukan hal seperti ini kepadaku, hingga wafatnya Abu Thalib”.
3. Berdakwah ke Thaif
Dengan diliputi kesedihan yang tiada taranya di kota Mekah, Rasululah tidak pernah merasa putus asa menyebarkan dakwahnya. Setelah lebih kurang sepuluh tahun berdakwah di Mekah, namun tidak mendapat hasil positif dari kaumnya, beliau berfikir untuk berdakwah di luar Mekah. Tempat yang terpikir oleh beliau adalah daerah Thaif, daerah dimana sewaktu Rasulullah masih bayi pemah disusui oleh Halimatus Sa’diyah. Beliau berharap kalau masyarakat Thaif mau menerima dakwahnya, sehingga bisa menjadi basis bagi perjuangan dakwah untuk masa‑masa mendatang.
Namun antara apa yang dibayangkan dengan realita yang beliau temui ternyata sangat bertolak belakang. Dengan rasa kebencian peminpin Thaif menolak dakwah Rasulullah, seraya mengatakan: “Keluarlah engkau dari negeri kami ini, cari tempat lain yang engkau sukai. Kami sangat takut akan terjadi kekacauan di tengah masyarakat dan kerusakan terhadap agama mereka”.
Sebagaimana masyarakat Thaif tidak ramah menyambut kedatangan Rasulullah, begitu pula halnya Rasulullah keluar dari Thaif dengan pengusiran dan kekerasan. Pemimpin Thaif mengerahkan masyarakatnya yang bodoh‑bodoh beserta anak-anaknya untuk mengusir Rasulullah dengan lemparan batu. Sehingga kedua kaki Rasulullah penuh luka, berlumuran darah.
Rasulullah hanya mampu menadahkan tangannya kepada Allah ketika meninggalkan Thaif, beliau adukan semua kelemahan dan ketidak berdayaannya kepada yang Maha Perkasa. Pengaduan Rasulullah ini terabadikan dalam do’anya yang sangat masyhur: “Ya..Allah, aku mengadukan kepada-­Mu tentang kelemahanku.., ketidak berdayaan yang aku miliki.., rendahnya aku di hadapan manusia. Ya..Allah, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.., Engkau adalah Tuhan orang‑orang yang tertindas.., dan Engkau adalah Tuhanku..kepada siapa akan Engkau serahkan diriku ini? Apakah kepada orang jauh yang akan memberengutku..? Ataukah kepada musuh yang akan menguasai diriku? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli.., akan tetapi ampunan-Mu yang Maha Luas sangat aku harapkan. Aku berlindung dengan cahaya wajah-Mu yang menerangi segala kegelapan, Yang dengan itu urusan dunia dan akhirat ini akan menjadi baik, dari kemarahan-Mu kepadaku, dan dari kemurkaan-Mu yang akan Engkau timpakan kepada diriku, serta dari seluruh cela yang aku miliki, sehingga Engkau ridha kepadaku. Tidak ada kekuatan dan daya upaya kecuali hanya milik‑Mu, ya..Allah!’
Maka dari sekian banyak ujian dan cobaan yang dialami baginda Rasul di tahun sepuluh kenabian ini, kemudian dinamakan sebagai tahun kepedihan dan kesedihan. Namun Kondisi seperti ini terus berlanjut dengan perjuangan dan pengorbanan Rasulullah yang tak mengenal putus asa. Sementara para musuh Allah, terus saja melancarkan makarnya kepada Rasulullah Saw.
Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, semua peristiwa diatas terjadi dengan kehendak-Nya. Dan perlindungan Allah Swt selalu menyertai Nabi Muhammad. Karena itu, Allah memerintahkan agar Rasulullah bersabar, demi memantapkan hati beliau terhadap kebenaran janji‑janji Allah, seperti yang kita temui dalam AI‑Qur’an.
Alangkah mulianya seorang da’i yang telah mengorbankan dirinya untuk kepentingan umat manusia, menahankan berbagai kepedihan dan penderitaan dari sikaan musuh‑musuh AIlah yang durjana. Sebagai seorang manusia, tentu saja Rasulullah tidak luput dari rasa sedih dan duka bila menemui orang‑orang yang menolak dakwahnya, sementera beliau sangat ingin agar mereka mendapat hidayah, dan berada dalam keimanan.
Maka telah tiba saatnya Rasulullah mendapatkan udara baru, untuk mengurangi kesedihan yang tak terperikan ini, guna membangkitkan kembali kekuatan jiwa dan semangat juang untuk menyebarkan agama Allah di muka bumi ini.
Maka menginjak tahun sebelas kenabian, suatu peristiwa besar terjadi, peristiwa yang sempat menghebohkan kota Mekah, dan menjadi buah pembicaraan yang tak putus-­putusnya hingga sekarang. Yaitu perjalanan unik yang dilakukan oleh seorang hamba di muka bumi pada malam hari, yang dilanjutkan dengan perjalanan ke langit. Itulah peristiwa Isra’ dan Mi’raj nabi besar Muhammad saw, yang selalu diperingati oleh umat Islam setiap tahunnya di seantero dunia.
Perjalanan ini, Allah sendiri yang menentukan waktu, tempat, tujuan, dan maksudnya. Hal ini temaktub dalam firman Allah dalam surat Al‑Isra Ayat 1 yang berbunyi:
سبحان الذي أسري بعبده ليلا من المسجد الحرام الي المسجد الأقصي الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير. (الإسراء: 1).
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-­Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha, yang Kami berkahi sekelilingnya. Untuk Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda‑tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dialah Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. 17: 1).
Waktunya adalah pada malam hari (Lailan). Tempatnya adalah dari Al Masjidil Haram di Mekah ke Al Masjidil Aqsha di Palestina (Minal Masjidil Haram iIaI MasjidiI Aqsha) untuk perjalanan di atas bumi, dan dari Al Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha untuk perjalan ke langit sampai ke al Mala` al A’la bertemu dengan Allah Swt. Sementara tujuannya adalah untuk memperlihatkan tanda‑tanda kebesaran Allah kepada nabi Muhammad serta keagungan kekuasaan‑Nya (Linuriyahu min aayaatinaa).
Dari sini jelaslah bagi kita rahasia dan hikmah yang terdapat pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini, bukan hanya sekedar mujizat bagi Rasulullah, akan tetapi juga, merupakan penghormatan kepada Rasulullah untuk sampai ke Al ­Mala` AI A’la dan sebagai hiburan, serta pelajaran penempaan iman bagi beliau. Lebih dari itu untuk Iebih menenangkan hati baginda Rasul serta lebih menambah keyakinannya dengan bisa melihat langsung tanda‑tanda kebesaran Allah, sesuai dengan firman Allah yang mengatakan: “Linuriyahû min âyyâtinâ” (Agar Kami perlihatkan kepadanya dari tanda­-tanda kebesaran Kami) serta dalam firman‑Nya dalam ayat yang lain “Laqad ra`aa min aayyati rabbihil kubro” (Sungguh ia telah melihat tanda‑tanda kekuasaan Tuhannya yang amat besar).
4. Persiapan fisik dan mental Muhammad saw
Menjelang keberangkatan Rasul melakukan Isra’ dan Mi’raj, beliau didatangi oleh utusan Tuhan, yang membedah dada dan membersihkan hati beliau dengan air, sebagai persiapan menghadapi perjalanan rabbaniyah yang amat aneh. Selanjutnya hati yang bersih itu, dipenuhi dengan hikmah dan keimanan. Setelah itu barulah Rasulullah diperjalankan ke Baitul Maqdis sampai ke Sidratul Muntaha menemui Allah.
Sebagian pengkaji rasionalis, mengingkari eksistensi peristiwa pembedahan dada Rasul ini. Padahal kalau kita perhatikan perkembangan ilmu pengetahuan di era teknologi canggih sekarang, dimana seorang astronot harus dibekali dengan oksigen atau bekal lain justru memperkuat peristiwa itu sendiri. Apalagi bagi kita seorang muslim beriman terhadap hadits‑hadits shahih Rasulullah Saw yang berkenaan dengan peristiwa ini.
Kita melihat peristiwa ini, tidak lebih dari sebuah kehendak Allah yang ingin memperjalankan hamba‑Nya, dengan aturan‑aturan Allah itu sendiri. Peristiwa ini sendiri hanyalah salah satu mujizat dari sekian banyak mujizat yang diberikan Allah kepada para nabi.
Isra’ dan mi’raj adalah sebuah perjalanan dengan aturan Allah, yang juga menurut sunnatullah tetap membutuhkan persiapan tertentu yang matang, baik dari segi fisik maupun mental. Sedangkan seorang astronot pada zaman sekarang, untuk pergi ke bulan saja membutuhkan berbagai persiapan dan latihan yang sangat pelik, agar mampu menghadapi berbagai kondisi. Maka tidak heran jika Rasulullah yang akan menempuh sebuah perjalan, yang diatur langsung menurut skenario Tuhan, juga membutuhkan persiapan menurut aturan Tuhan pula, yang barangkali sulit dicerna oleh sebagian akal manusia.
Menurut penelitian para ahli hadis, seluruh hadis Nabi yang berbicara tentang pembedahan dada nabi ini dapat diterima, sesuai dengan syarat syahnya suatu hadits. Kalaulah demikian halnya, dan mayoritas periwayat hadits sepakat membenarkannya, maka gugurlah semua pernyataan orang-­orang yang mengingkari keberadaan peristiwa itu.
Menurut para ahli sejarah Islam, peristiwa pembedahan ini telah terjadi sebanyak empat kali bagi Rasulullah saw, yaitu:
Pertama, ketika menginjak umur tiga tahun, yaitu sebulan setelah kembali dari rumah Halimatus Sa’diyah, Ibu susuannya. Peristiwa ini terjadi dalam lingkungan perumahan Bani Saad.
Kedua, ketika berumur sepuluh tahun, dan peristiwa ini terjadi di Makkah Al Mukarramah.
Ketiga, ketika berumur empat puluh tahun, yaitu menjelang menerima wahyu pertama kali, sebagai penobatan beliau menjadi utusan Allah.
Keempat, ketika berumur lima puluh tahun, yaitu pada malam Isra’ dan Mi’raj.Seluruh peristiwa ini, bisa kita temui dalam hadits‑hadits nabi yang shahih. Mungkin saja sebagian orang bertanya, apa hikmah dari berulang kalinya peristiwa pembedahan dada rasul ini? Secara ringkas, di sini dapat penulis kemukakan pendapat ulama tentang itu:
Dari pembedahan pertama adalah, agar Rasulullah tumbuh sebagai manusia sempurna, dan terbebas (ma’shum) dari godaan setan.
Dari peristiwa kedua adalah, untuk menambah kesucian hati nabi memasuki usia dewasa yang lebih banyak menghadapi tantangan hawa nafsu.
Dari pembedahan ketiga, menjelang pertama kali menerima wahyu, hikmahnya adalah bahwa yang akan diturunkan Allah kepadanya adalah Kalam suci, oleh sebab itu hendaklah tempat bersemayamnya harus juga suci secara sempurna, yaitu hati nabi.
Pada peristiwa keempat, yaitu ketika beliau akan berangkat Isra’ dan Mi’raj. Hikmahnya adalah agar beliau dalam menghadap dan bertemu Tuhan tidak memiliki sedikit nodapun.
Demikianlah diantara hikmah pembedahan dada nabi, dan tentu saja tidak terbatas pada hal‑hal yang telah kita sebutkan itu saja.
C. Peristiwa Isra’ dan Mi’raj
Peristiwa Isra’ dan Mi’raj termasuk peristiwa sejarah yang sangat banyak mendapat perhatian dan perbincangan para ilmuwan sosial. Diantara ahli sejarah, ada yang sangat berlebihan dalam memandang kedudukan nabi Muhammad berikut mu’jizatnya, ada pula sebaliknya, mengingkari sama sekali keberadaan mujizat dalam perjalanan sejarah hidup seorang nabi.
Menurut Dr. Muhammad Said Ramadhan Al Buty, dalam bukunya “Fiqhus Sîrah An Nabawiyyah”. Bahwa adanya pandangan yang mengingkari mu’jizat Nabi dalam peristiwa Isra’ dan mi’raj ini, berasal dari para orientalis yang turut mengkaji peristiwa Isra’ dan Mi’raj tanpa terlebih dahulu didasari keimanan terhadap hal‑hal yang ghaib. Sehingga fenomena apapun dalam sejarah, selalu mereka ukur dengan logika akal yang terbatas. Diantara para orientalis yang memiliki pandangan seperti ini adalah Gustaf Lobon, Ougust Comte, Hume, Gold Ziher dan banyak lagi yang lainnya. Sebagai sebab utama dari pandangan mereka seperti ini adalah, karena tiadanya iman terhadap pencipta mujizat itu sendiri. Karena jika iman kepada Allah telah tertanam di dalam jiwa seseorang, maka akan mudah untuk mengimani segala sesuatu yang Iebih mudah dari pada itu.
Sayangnya, pemikiran seperti ini tidak hanya dimiliki oleh para orientalis kafir saja. Akan tetapi telah diadopsi juga oleh sebagian pengkaji dari kalangan kaum muslimin sendiri, yang terlalu silau dengan istilah metodologi ilmiyah –padahal subjektif– yang digembar‑gemborkan Eropa. Sehingga akhirnya mereka berpandangan bahwa yang melakukan Isra’ dan Mi’raj itu hanyalah ruh nabi, bukan fisiknya (jasadnya). Karena menurut mereka, mustahil tubuh nabi yang material dan terbuka itu bisa menembus lapisan langit dalam waktu yang sangat terbatas.
Namun pandangan seperti ini telah banyak dibantah ole para ulama Islam, bahwa kata‑kata ‘abdihi (hamba‑Nya) dalam surat AI‑Isra’ ayat 1 itu adalah terdiri dari unsur ruh dan tubuh. Karena dalam bahasa Arab, ruh saja tidak cukup untuk bisa dikatakan sebagai hamba, begitu sebaliknya bahwa tubuh saja tidak bisa dikatakan sebagai hamba. Yang dikatakan sebagai seorang hamba mesti terdiri dari gabungan unsur ruh dan tubuh.
Selanjutnya di bawah ini kita masuk ke dalam pembahasan peristiwa Isra’ dan mi’raj menurut pandanga ulama Islam.
1. Mulai Perjalanan Isra (Dari Al Masjidil Haram ke Al ­Masjidil Aqsha)
Sumber kisah-kisah tentang perjalanan yang penuh misteri itu adalah kata‑kata pada permulaan Surah Al‑isra yang berbunyi:
سبحان الذي أسري بعبده ليلا من المسجد الحرام الي المسجد الأقصي الذي باركنا حوله لنريه من آياتنا إنه هو السميع البصير. (الإسراء: 1).
“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba Nya dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda‑tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Tuhan yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
Dalam kitab sirahnya, Ibnu Ishaq menggambarkan kisah Isra’ dan mi’raj ini sebagai berikut: Suatu malam Jibril membawa nabi naik ke atas punggung samawi yang disebut Buraq; lalu Muhammad Saw mengadakan perjalanan bersama Jibril. Dan dalam perjalanan malam ke Yerussalem, Rasulullah diperlihatkan dengan berbagai keajaiban. Dan sesampainya di Masjidil Aqsha, Rasulullah bertemu dengan nabi‑nabi terdahulu, sekaligus mendapatkan penghormatan untuk mengimami shalat bersama mereka.
AI Buroq, dalam bahasa Arab menurut sebagian pendapat berasal dari kata “Al Barq” yang berarti kilat. Boleh ditafsirkan bahwa penggunaan nama ini dalam Al Qur’an adalah untuk menunjukkan kecepatan yang tiada tara dari jenis kendaraan ini.
Di dalam buku‑buku hadis, Al buroq ini digambarkan sebagai kuda putih yang sangat indah. Oleh sebab itu logika orang Arab pada zaman Rasulullah Saw tidak dapat menerima peristiwa Isra dan mi’raj yang diceritakan oleh baginda Rasul ini. Karena mereka mengetahui bahwa seseorang yang mengendarai kuda pulang pergi dari Mekah ke PaIestina akan memakan waktu selama lebih kurang dua bulan. Sementara Rasulullah mengatakan kepada mereka, bahwa beliau telah pergi ke Masjidil Aqsha dan di lanjutkan lagi dengan perjalanan mi’raj ke langit tinggi, hanya dalam waktu satu malam. Sehingga berita yang disampaikan oleh rasul tercinta ini, menjadi bahan tertawaan dan cemoohan bagi orang‑orang yang mempunyai penyakit dalam hatinya, yaitu orang‑orang kafir Qurays yang mengingkari kebenaran ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw.
Lain dengan kita yang hidup pada era teknologi canggih sekarang ini, dimana para ilmuwan telah mampu menemukan kecepatan sebuah teknologi yang melebihi kecepatan cahaya dan suara, yang secara aksiomatis sudah pasti akan mengurangi panjangnya masa dalam menempuh sebuah perjalanan, dan secara otomatis manusia pada zaman sekarang dapat memahami bahwa sesuatu perjalanan sejauh manapun bisa dilakukan dalam waktu yang lebih singkat dari yang terjadi pada masa‑masa sebelumnya.
Seandainya saja orang‑orang kafir yang menentang Rasulullah itu masih hidup bersama kita sekarang ini, tentu saja mereka akan melihat kebenaran apa yang disampaikan Rasulullah kepada mereka. Ternyata hal itu bukan merupakan sesuatu yang mustahil dalam kehidupan kita sebagai manusia biasa di zaman ini, apatah lagi kiranya bagi seorang rasul Allah yang dikehendaki sendiri oleh Allah sebagai Sang Pencipta.
Dalam waktu yang sangat singkat, Rasulullah telah sampai di “Al Bait Al Maqdis”. Di sana beliau bertemu dengan para nabi terdahulu, dan mengimami shalat. Sesungguhnya Isra’ dan Mi’raj adalah perjalanan yang penuh dengan keberkahan, antara Masjidil Haram yang dibangun ole Nabiyullah Ibrahim dan anaknya Isma’il ‘Alaihimassalam di Mekah dan Masjidil Aqsha yang dibangun oleh Nabiyullah Daud dan Sulaiman ‘AlaihimassalamI di Palestina. Kedua rumah suci ini telah diberkahi oleh Allah swt. Demikian juga dengan apa yan terdapat disekitarnya, demikian yang termaktub dalam firman Allah. Sehingga tempat ini benar‑benar menjadi pusat peribadatan dan pengesaan kepada Allah Swt, dan pada kedua tempat suci inilah wahyu‑wahyu Allah diturunkan kepada para rasul‑Nya.
Dalam perjalanan menuju Masjidil Aqsha, Rasulullah Saw sempat singgah di suatu bukit yang penuh berkah, dimana Nabi Musa As pernah menerima wahyu langsung dari All swt, yaitu “Bukit Tursina”, dan rasulullah shalat dua rakaat di tempat itu. Disamping itu rasulullah juga mampir di tempat kelahiran nabi Isa As, yaitu di sebuah bukit mubarakah yan disebut “Betlehem (“baitullhami”, bahasa Arabnya)” dan beliau pun shalat dua rakaat. Akhirnya sampai di “Baitul Maqdis”. Di tempat suci inilah, beliau bertemu dengan nabi Ibrahim dan Musa di tengah kumpulan para nabi dan rasul Allah yang lain. Di tempat ini juga Rasulullah Saw shalat sebagai imam bagi para nabi. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa malaikat Jibril datang kepada Rasulullah dengan membawa dua gelas minuman, satu berisi anggur, dan satu lagi berisi susu. Kemudian Rasulullah memilih gelas yang berisi susu. Jibril berkata: “Engkau telah memilih Fithrah”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Selanjutnya barulah Rasulullah melanjutkan perjalanan ke langit, yang disebut dengan “mi’raj’. Dalam peristiwa mi’raj inilah rasulullah melihat tanda‑tanda kebesaran Allah yang Maha Agung (min aayaati Rabbihil Kubra).

Shortcut CTRL + A sampai Z pada Microsoft Word yang Perlu Diketahui

           Shortcut CTRL + A sampai Z pada Microsoft Word yang Perlu Diketahui


             Control key (CTRL), tidak asing di telinga apabila anda seorang pengguna komputer aktif atau mungkin hanya sekadar pengguna komputer pasif. Sebuah tombol sakti yang multifungsi. Tombol ini biasanya terdapat di kiri bawah bagian keyboard. Tombol ini memiliki banyak fungsi sebagai tombol pintas (shortcut). Seperti menutup jendela yang sedang aktif (CTRL + F4)dan membuka Task Manager (CTRL + ALT + DEL). Namun taukah anda jika pada Microsoft Word terdapat beberapa shortcut yang 
mempermudah anda dalam mengetik selembar teks atau lebih? di sini saya akan membahas shortcut 
CTRL dari CTRL + A hingga CTRL + Z yang dapat anda gunakan dalam microsoft word.
  • CTRL + A : Fungsi memblok keseluruhan teks (All)
  • CTRL + B : Fungsi mengubah format teks menjadi tebal (Bold)
  • CTRL + C : Fungsi menyalin teks yang telah di blok (Copy)
  • CTRL + D : Fungsi membuka menu/kotak dialog Font
  • CTRL + E : Fungsi membuat teks menjadi rata tengah
  • CTRL + F : Fungsi membuka menu/kotak dialog Find and Replace
  • CTRL + G : Fungsi membuka menu/kotak dialog Find and Replace
  • CTRL + H : Fungsi membuka menu/kotak dialog Find and Replace (tab Replace)
  • CTRL + I : Fungsi mengubah format teks menjadi miring (Italic)
  • CTRL + J : Fungsi membuat teks menjadi rata kanan dan kiri (Justify)
  • CTRL + K : Fungsi membuka menu/kotak dialog Insert Hyperlink
  • CTRL + L : Fungsi membuat teks menjadi rata kiri (Left)
  • CTRL + M : Fungsi menggeser First Line Indent dan Left Tab pada mistar dokumen
  • CTRL + N : Fungsi membuka dokumen baru (New)
  • CTRL + O : Fungsi membuka menu/kotak dialog Open (Open)
  • CTRL + P : Fungsi membuka menu/kotak dialog cetak (Print)
  • CTRL + Q : Fungsi menghilangkan nomor urut
  • CTRL + R : Fungsi membuat teks menjadi rata kanan (Right)
  • CTRL + S : Fungsi menyimpan dokumen (Save)
  • CTRL + T : Fungsi menggeser Left Tab pada mistar dokumen
  • CTRL + U : Fungsi mengubah format teks menjadi bergaris bawah (Underline)
  • CTRL + V : Fungsi menempelkan (paste) hasil teks yang sudah di Copy
  • CTRL + W : Fungsi menyimpan dan langsung menutup program lemar kerja yang di pakai
  • CTRL + X : Fungsi memotong teks (cut) dan dapat di tempelkan (paste) kembali di tempat lainnya
  • CTRL + Y : Fungsi mengulang/meneruskan kembali aktivitas yang dibatalkan (Redo)
  • CTRL + Z : Fungsi membatalkan aktivitas terakhir (Undo)
Banyak bukan? Shortcut di atas dibuat untuk mempermudah kita dalam mengerjakan sebuah lembar kerja dalam microsoft word. Maka dari itu, manfaatkanlah tombol tombol tersebut. beberapa di antaranya  juga dapa digunakan di aplikasi lain lho. silahkan bereksperimen

SEMBER;;;http://aldyputra.net/2011/11/beberapa-fungsi-keyboard-shortcut-pada-microsoft-word/

RAHASIA MENGETIK PASCAL

                                    RAHASIA MENGETIK PASCAL

Pada semester satu dahulu, saya pernah mengerjakan tugas untuk mengetik Program Pascal di Turbo Pascal 5.5 yang serasa kurang user interface....  

Nah berhubung juga ada tugas untuk membuatnya jadi sebuah diktat, dari pada mengetik dua kali yaitu di program Pascal dan Word, maka saya mengetiknya di notepad terlebih dahulu kemudian merename nya dengan extention *.PAS

Terlebih sesaat kemudian saya menerima softcopy berformat *.pdf dari seorang rekan yang katanya dapat dari Internet. Dan isi inti programnya sama.... 

Hal ini terasa lebih enjoy bagi saya, karena softcopy tersebut bisa di copy lagi ke Pascal untuk programnya dan Word untuk mengolahnya menjadi sebuah diktat  
Disamping itu kita bisa merename kalimat progam yang ingin dirubah dan mengeditnya dengan lebih mudah dari pada langsung di Pascalnya...



Berikut ini sample program Pascal tersebut :

{Prof - Pascal : Program Kondisi 1, hal 34}
{Uses Crt;
Var a:real;
B:string[11];
Begin
Clrscr;
B:—’Tidak Lulus’;
Write (‘Berapa nilai anda’?’);readln(a);
If a>55 then B:—’Lulus’;
Writeln (B) ;Readln; End.}



{Prof - Pascal : Program Pilihan Then 1, hal 34}
{Uses Crt;
Var pilihan:byte;
R, L, T, Luas Real;
Begin
Gotoxy(1O,2);WritelnflPILIHAN’);
Gotoxy(1O,4);Writelnfll. Menghitung luas lingkaran’);
Gotoxy(1O,6);Writelnfl2. Menghitung luas segitiga’)
Gotoxy(1O,8);Writelnfl3. Menghitung luas buursangkar’)
Gotoxy(1O,1O);Writeln(’O. Selesai’);
Pilihan:—9;
While(pilihan3) do
Begin
Gotoxy(1O,12);WriteflPilih nomor (O-3)?’);Readln(pilihan);
End;
Clrscr;
If pilihan—1 then
Begin
Write (‘Jan-jan Lingkaran —‘) ;Readln(R);
Luas :—3. 14*R*R;
WritelnflLuas Lingkaran —, ,Luas:9:2); End;

If pilihan—2 then Begin
WriteflSisi Alas —‘);Readln(L);
WriteflSisi Tinggi —‘);Readln(T);
Luas :—0 . 5*L*T;
Writeln;
WritelnflLuas Segitiga —‘,Luas:9:2); End;
If pilihan—3 then
Begin
WriteflSisi Panjang —‘);Readln(T);
WriteflSisi Lebar —‘);Readln(L);
Luas :_T*L;
WritelnflLuas Bujursangkar —‘,Luas:9:2)
End;
Readln;
End.}


{Prof - Pascal : Program Pilihan Then2, hal 36}
{Uses Crt;
Var pilih:integer;
Begin
Clrscr;
WritelnflDaftar Tabel Penjualan Barang’);
Writeln ( ‘‘)
WritelnflJika anda pilih 1 maka terdapat daftar harga
sabun’
WritelnflJika anda pilih 2 maka terdapat daftar harga
shampo’);
WritelnflJika anda pilih 0 maka tidak memilih daftar harga’);
Writeln ( ‘‘)
Writeln;
WritelnflPilihan anda 1,2,0 ‘);Readln(pilih);
If pilih—1 then
Begin
Writeln ( ‘Daftar Harga-harga Sabun’);
Writeln ( ‘‘
WritelnflSabun Citra Pp.800’);
WritelnflSabun Lifeboy Pp.450’);
WritelnflSabun Lux Pp.450’);
WritelnflSabun Prity Pp.300’); End;

If pilih—2 then
Begin
Writeln ( ‘Daftar Harga-harga Shampo’);
Writeln ( ‘
WritelnflShampo Sunsilk Rp.700’);
WritelnflShampo Brisk Rp.1100’);
WritelnflShampo Rejoice Rp.1000’);
WritelnflSabun IKao Rp.600’);
End;

If pilih—O then
Begin
WritelnflAnda tidak memilih daftar harga’);
End;
Readln;
End.}

{Prof - Pascal : Program Seleksi else1 hal 37}
{Uses Crt;
Var nilaiujian:Real;
Begin
Write (‘Nilai yang didapat’?’) ;Readln(nilaiujian); If nilaiujian>60 then
Writeln ( ‘Lulus’)
Else
Writeln ( ‘Tidak Lulus’)
Readln;
End.}


{Prof - Pascal : Program Seleksi else2, hal 37}
{Uses Crt;
Var nilai:integer;
Nama,nim: string; Begin
Clrscr;
Write ( ‘Nama anda ?‘) ;Readln (Nama);
Write(’NIM anda ?‘);Readln(nim);
Write(’Berapa nilai anda ?‘) ;Readln(nilai)
If (nilai<—100) and (nilai>—80) then
Begin
Writeln(’Anda mendapat nilai A’);
Writeln(’Poin yang anda peroleh — 4’);
End;
If (nilai<—79) and (nilai>—70) then
Begin
Writeln(’Anda mendapat nilai B’);
Writeln(’Poin yang anda peroleh — 3’);
End;
If (nilai<—69) and (nilai>—60) then
Begin
Writeln(’Anda mendapat nilai C’);
Writeln(’Poin yang anda peroleh — 2’);
End;
If (nilai<—59) and (nilai>—50) then
Begin
Writeln(’Anda mendapat nilai D’);
Writeln(’Poin yang anda peroleh — 1’);
End
Else



Prof - End

Dengan cara ini menjadikan mengetik program Pascal jadi lebih enjoy...
Rahasia mengetik Pascal ini tidak saya dapatkan dari Kampus atau Internet, melainkan coba-coba dan berhasil di Turbo Pascal 5.5 

Anda membutuhkan kode Pascal diatas? silahkan copy paste dengan cara yang saya sebutkan tadi  atau coba terapkan dengan program Pascal yang lain....  


SUMBER;http://joshaxis.blogspot.com/2009/10/pascal.html

Ciri komputer Terjangkit Virus

                          Ciri komputer Terjangkit Virus
Assalamualaikum..
mungkin teman – teman bingung, kenapa sih komputer saya kok berjalan agak lamban sekali ??
mengapa folder saya semuanya berubah menjadi ShortCut ??
yups, itu adalah beberapa ciri – ciri komputer teman terkena virus..
Ciri-ciri Komputer Yang Terjangkit Virus diantaranya :
1. Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya.
2. Menu Run, Search disembunyikan oleh virus.
3. CTRL+ALT+DEL tidak bisa digunakan.
4. Regedit dan MSCONFIG di disabled
5. Folder asli pada komputer anda disembunyikan dan diganti dengan file virus.
6. Menu Tools -> Folder Options di Windows EXplorer hilang.
7. Komputer sering berhenti atau tidak merespon.
8. Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
9. Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya dan sering error.
10. Muncul File dengan Icon Folder tetapi mempunyai file type .exe
11. Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.
12. Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
13. Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
14. Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.
15. Terdapat Duplikasi nama folder di dalam folder tersebut.
16. Komputer selalu mengeluarkan pesan dari mana virus ini berasal.
Jika komputer anda mengalami salah satu ciri-ciri diatas, berarti ada kemungkinan komputer anda terkena virus, segera update antivirus anda dan scan komputer anda
untuk membersihkan virus tersebut.
Semoga bermanfaat untuk teman – teman sekalian info yang lumayan dari saya..

Selasa, 28 Mei 2013

MENGGUNAKAN DATABASE MYSQL dengan VB.NET 2008

***MENGGUNAKAN DATABASE MYSQL dengan VB.NET 2008***

membuat program data mahasiswa menggunakan VB.Net 2008 dengan mysql
 langsung saja kita bahasa untuk pertama x nya buat lha databases menggunakan
mysql lalu desain from seperti data di bawah ini;
* lalu install kan konektor ODBC untuk VB.Net
*lalu buat lha from atau desain from seperti dibawah ini


* tambah kan referense kedalam projek dengen projek [ add refernse

* pilih browse dan cara file msqldata.dll dengan alamat "C:\programs files \mysql\mysql conector Net.1.0,7\bin\\net 1.1\" dan clik tombol OK.

* kemudian listing program di bawah ini;
Imports MySql.Data.MySqlClient
Public Class Form1
    Public db As New MySql.Data.MySqlClient.MySqlConnection
    Public sql As String
    Public cmd As MySqlCommand
    Public rs As MySqlDataReader
    Sub opendb()
        sql = "server=localhost;uid=root;pwd;database=akademikk"
        Try
            db.ConnectionString = sql
            db.Open()
        Catch ex As Exception
            MessageBox.Show(ex.Message)
        End Try
    End Sub
    Sub bersih()
        TextBox1.Text = ""
        TextBox2.Text = ""
        TextBox3.Text = ""
        TextBox4.Text = ""
        rubahbutton(True, False, False, False, True)
        TextBox1.Enabled = True
    End Sub
    Sub RUBAHBUTTON(ByVal Btn1 As Boolean, ByVal Btn2 As Boolean, ByVal Btn3 As Boolean, ByVal Btn4 As Boolean, ByVal Btn5 As Boolean)
        Button1.Enabled = Btn1
        Button2.Enabled = Btn2
        Button3.Enabled = Btn3
        Button4.Enabled = Btn4
        Button5.Enabled = Btn5
    End Sub
    Sub buattabel()
        lv.Columns.Add("npm", 80, HorizontalAlignment.Center)
        lv.Columns.Add("nama", 180, HorizontalAlignment.Left)
        lv.Columns.Add("jenjang", 80, HorizontalAlignment.Left)
        lv.Columns.Add("jurusan", 100, HorizontalAlignment.Left)
        lv.GridLines = True
        lv.FullRowSelect = True
        lv.View = View.Details
    End Sub
    Sub ISITABEL()
        lv.Items.Clear()
        sql = "select * from mahasiswa"
        cmd = New MySqlCommand(sql, db)
        rs = cmd.ExecuteReader
        Try
            While rs.Read
                Dim ist As New ListViewItem
                ist.Text = rs("npm")
                ist.SubItems.Add(rs("nama"))
                ist.SubItems.Add(rs("jenjang"))
                ist.SubItems.Add(rs("jurusan"))
                lv.Items.Add(ist)
            End While
        Catch ex As Exception
            MsgBox(ex.Message)
        End Try
        rs.Close()
    End Sub
    Sub prosesdb(ByVal log As Integer)
        Dim pesan As String = ""
        Select Case log
            Case 0
                sql = "insert into mahasiswa(npm, nama, jenjang, jurusan)" & _
                      "values ('" & TextBox1.Text & _
                      "','" & TextBox2.Text & _
                      "','" & TextBox3.Text & _
                      "','" & TextBox4.Text & "')"
                pesan = "data telah disimpan"
            Case 1
                sql = "update mahasiswa set nama='" & TextBox2.Text & "', " & _
                        "jenjang='" & TextBox3.Text & "'," & _
                        "jurusan='" & TextBox4.Text & "' " & _
                       "where npm='" & TextBox1.Text & "'"
                pesan = "telah di update"
            Case 2
                sql = "delete from mahasiswa where npm='" & TextBox1.Text & "'"
                pesan = "data telah dihapus"
        End Select
        Try
            cmd = New MySqlCommand(sql, db)
            cmd.ExecuteNonQuery()
            MsgBox(pesan, MsgBoxStyle.Information + MsgBoxStyle.OkOnly, "komfirmasi")
            Call bersih()
            Call ISITABEL()
        Catch ex As Exception
            MessageBox.Show(ex.Message)
        End Try
    End Sub
    Sub showdb()
        rs.Read()
        TextBox1.Text = rs("npm")
        TextBox2.Text = rs("nama")
        TextBox3.Text = rs("jenjang")
        TextBox4.Text = rs("jurusan")
        RUBAHBUTTON(False, True, True, True, False)
        Button3.Text = "edit"
        TextBox1.Enabled = False
    End Sub
    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Call opendb()
        Call bersih()
        Call ISITABEL()
        Call buattabel()
    End Sub

    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button1.Click
        Call bersih()
        TextBox1.Focus()
    End Sub

    Private Sub Button4_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button4.Click
        Call bersih()
        TextBox1.Focus()
    End Sub

    Private Sub Button5_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button5.Click
        End
    End Sub

    Private Sub Button2_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button2.Click
        Dim x As String
        x = MsgBox("anda yakin ingin menghapus", MsgBoxStyle.Information + MsgBoxStyle.YesNo, "hapus")
        If x = vbYes Then
            Call prosesdb(2)
        End If
    End Sub

    Private Sub Button3_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Button3.Click
        If Button3.Text = "simpan" Then prosesdb(0) Else prosesdb(1)
    End Sub

    Private Sub TextBox1_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TextBox1.KeyPress
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If tombol = 13 Then
            Dim x As String
            If TextBox1.Text = "" Then
                MsgBox("isi npm terlebih dahulu")
            Else
                sql = "select* from mahasiswa where npm='" & TextBox1.Text & "'"
                cmd = New MySqlCommand(sql, db)
                rs = cmd.ExecuteReader
                Try
                    Call showdb()
                Catch ex As Exception
                    x = TextBox1.Text
                    bersih()
                    TextBox1.Text = x
                    RUBAHBUTTON(False, False, True, True, False)
                    Button3.Text = "simpan"

                End Try
                TextBox2.Focus()
                rs.Close()

            End If
        End If
    End Sub
End Class

hasil akhir nya


sekian dulu pembahasan saya tentang mengenai database mysql dan VB.Net  2008
semoga bermamfaat buat teman teman yang lagi membutuh kan nya
sekian dan terima kasih,
 BY; HERI SIANIPAR











Jumat, 24 Mei 2013

Rahasia Di Balik Angka Tujuh ( 7 )


 

Karena saya suka dengan angka 7, Saya mencoba mencari artikel tentang angka 7. hehehe
Ini Dia..
Dzat pencipta yang sangat besar kekuasaanNya & sangat tinggi kalimat-Nya serta berkesinambungan Nikmat-nikmat-Nya, Yakni Allah SWT, Telah menghiasai 7 Perkara di dunia diatas 7 Perkara lainnya, untuk memberitahukan kepada orang-orang yang berilmu, bahwa di dalam angka 7 itu terdapat Rahasia / Keunikan yang sangat besar / agung kedudukannya di sisi Allah SWT
Pertama : Allah menghiasi Udara ini dengan 7 Lapis Langit sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an Surat An Naba’ ayat 12, “Dan Kami (Allah) jadikan di atas kamu tujuh (langit) yang kukuh.
Kemudian Allah menghiasi langit itu dengan Tujuh Bintang. Tujuh Bintang yang dimaksud adalah : Bintang Zuhal, Bintang Musytari, Bintang Marikh, Bintang Syamsu, Bintang Zahro, Bintang Athorid, dan Bintang Qomar. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al Hijr ayat 16, “Dan sungguh Kami telah menjadikan gugusan bintang di langit dan Kami telah menghiasinya bagi orang-orang yang memandangnya.
Kedua : Allah telah menghiasi padang (tanah) yang lapang dengan Tujuh lapis Bumi. Rasulullah SAW pernah menjelaskan : Para penghuni Bumi Lapisan ke-7 adalah golongan Malaikat, Pada lapisan ke-6 di huni oleh Iblis dan para pembantunya, Pada lapisan bumi ke-5 di huni oleh setan-setan, Pada lapisan ke-4 di huni oleh ular-ular, Pada lapisan ke-3 di huni oleh kalajengking, pada lapisan ke-2 oleh jin-jin, dan Pada lapisan pertama adalah Manusia. Kemudian Allah menghias bumi itu dengan tujuh lautan.
Ketiga : Allah telah menghiasi neraka dengan Tujuh Tingkatan, yaitu : Jahannam, Sa’ir, Saqor, Jahim, Huthomah, Ladhoo dan Haawiyah. Kemudian Allah menghiasi pula dari tiap-tiap neraka dengan tujuh Pintu. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al Hijr ayat 44, “Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”
Keempat : Allah menghiasi Al-Qur’an (Kitab suci umat Islam) dengan Tujuh surat panjang, Yaitu Al-Baqarah, Ali Imran, Al-Maaidah, An-Nissa’, Al ‘Araaf, Al An’aam dan Al-Anfaal atau At-Taubah. Kemudian Allah menghiasinya pula dengan Tujuh ayat Ummul kitab (Al-Fatihah/Pembuka kitab). Sebagaimana Firman Allah dalam Surat AL Hijr ayat 87, “Dan Sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.”
Kelima : Allah menghias manusia dengan tujuh anggota badan, yaitu dua tangan, dua kaki, dua lutut, dan satu wajah. Kemudian Allah menghiasinya, dengan tujuh peribadatan, yaitu : dua tangan dengan doa, dua kaki dengan berkhidmat, dua lutut dengan duduk, dan wajah (muka) dengan sujud.
Keenam : Allah menghias umur manusia dengan tujuh tingkatan / tahapan. Pada masa baru lahir dinamakan tahapan rodhi’ (Menyusu), kemudian tahap fa thim (disapih), tahapan Shobiyyi (bayi), tahapan ghulam (masa kanak-kanak), kemudian tahapan syaab (pemuda/remaja), kemudian tahapan kuhul (yakni menginjak usia antara 30-50 tahun), dan menginjak tahapan Syaikh (masa tua).
Ketujuh : Allah menghiasi dunia ini dengan tujuh negeri yang besar, yaitu : 1) Hindustan, 2) Hijaz, 3) Badiyah dan Kufah, 4) Irak, Syam,(Siria), Khurasan sampai Balakh, 5) Roma dan Armenia, 6) Negeri Ya’juj dan Ma’juj, dan 7) Cina Turkistan.
Kemudian Allah menghias tujuh negeri besar itu dengan tujuh hari, yaitu Sabtu, Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat. Dan Allah memuliakan dengan ketujuh hari ini tujuh dari para Nabi, yaitu : Allah memuliakan Nabi Musa, as dengan hari sabtu, Isa Bin Maryam as dengan hari Ahad, Dawud, as dengan hari Senin, Nabi Sulaiman, as dengan hari Selasa, Nabi Ya’qub, as dengan hari Rabu, Nabi Adam, as dengan hari Kamis, dan Nabi Muhammad saw beserta umatnya dengan hari Jumat.
Adapun manfaat yang dapat di petik dari ke Tujuh hari tersebut adalah :
Hari Ahad : Sebagian Ulama mengatakan bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi pada hari ahad. Maka barang siapa yang hendak membangun sesuatu atau menanam, maka hendaklah pada hari Ahad.
Hari Senin : Hari Senin adalah hari Pelayaran & Perniagaan. Karena telah dijelaskan bahwa pada hari Senin terdapat 7 kelebihan yaitu :
1. Nabi Idris, as. Telah naik ke langit pada hari Senin,
2. Nabi Musa, as. Telah pergi ke bukit Thursina pada hari senin untuk menerima wahyu,
3. Turunnya Dalil tentang ke-Esa-an Allah,
4. Lahirnya Rasulullah Muhammad saw,
5. Malaikat Jibril, as. turun untuk pertama kalinya menjumpai Rasulullah,
6. Semua amal perbuatan Umat diperlihatkan kepada Rasaulullah saw pada hari Senin,
7. Wafatnya Rasulullah Muhammad saw.
Oleh karena itu, barang siapa yang berlayar/mengadakan perjalanan maka baiknya lakukanlah pada hari senin.
Hari Selasa : Rasulullah saw ditanya tentang hari Selasa, Maka Beliau menjawab : Hari Selasa adalah Hari Berdarah. Para sahabat bertanya : Mengapa demikian ya, Rasulullah? Lalu Beliau menjawab: Karena pada hari itulah Siti Hawa Haid & Putra Adam membunuh saudaranya sendiri. Sebagaian Ulama telah menjelaskan Bahwa pada hari selasa ada 7 Jiwa yang bernyawa dibunuh, diantaranya :
1. Jurjais bin Fathin (Seorang pemuda ahli Ibadah, ia hidup pada masa raja Dardaniyah yang terkenal dengan penyembahan berhalanya,
2. Yahya, as,
3. Zakaria, as,
4. Tukang sihir Fir’aun,
5. Asiah binti Muzahim, Istri Fir’aun,
6. Sahib, Sapi Betina Bani Israil,
7. Habil Putra Adam, as.
Maka, barang siapa yang ingin berbekam hendaklah ia melakukan pada hari Selasa.
Hari Rabu : Rasulullah saw ditanya tentang hari Rabu, Maka Beliau menjawab: Hari rabu adalah Hari Nahas yang terus menerus. Para sahabat bertanya,” Mengapa demikian ya, Rasulullah?” Lalu Beliau menjawab: Karena pada Hari itu Allah telah menenggelamkan (menghancurkan) Fir’aun dan kaumnya, Memusnahkan kaum ’ad dan kaum Tsamud, yakni kaumnya Nabi Sholeh yang ingkar terhadap kerasulan & kenabiannya. Maka, barang siapa yang hendak sembuh dari sakit, hendaknya ia meminum obat pada Hari Rabu.
Hari Kamis: Hari Kamis adalah hari baik untuk menunaikan Hajat. Karena Allah memerintahkan Penunaian. Maka barang siapa yang berhajat kepada manusia, maka hendaklah ia memintanya pada hari Kamis.
Hari Jumat : Allah menciptakan Adam dan Hawa pada hari Jumat, dan kemudian pada hari itu juga Allah mengawinkannya. Maka barangsiapa yang mengadakan akad Nikah hendaklah dilaksanakan pada hari Jumat. Sebagaian Ulama berkata : Telah terjadi Tujuh Pernikahan antara para Nabi dan antara para Auliya’ pada hari Jum’at, yaitu :
1. Pernikahan antara Adam as dengan Hawa,
2. Pernikahan antara Yusuf as dengan Zulaikha,
3. Pernikahan antara Musa as dengan Shafrawa,
4. Pernikahan antara Sulaiman as dengan Balqis,
5. Pernikahan antara Nabi Muhammad saw dengan Siti Khadijah,
6. Pernikahan antara Nabi Muhammad saw dengan Siti Aisyah,
7. Pernikahan antara Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah.
Hari Sabtu adalah Hari makar/Tipu Daya, karena terdapat Tujuh Peristiwa makar dan tipu daya terhadap tujuh orang sholeh / kaum (Kaum Nabi Nuh as terhadap Nabi Nuh as, Kaum Nabi Sholeh as terhadap Nabi Sholeh as, Saudara2 Nabi Yusuf as terhadap Nabi Yusuf as, Kaum Nabi Musa as terhadap Nabi Musa as, Kaum Nabi Isa as terhadap Nabi Isa as, Para pemuka (gembong-gembong) Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw, dan Kaum Bani Israil terhadap Larangan Allah. Dan sebagian Ulama juga memaknai hari sabtu adalah hari baik untuk berburu.
Waallahu A’lam.
Semoga Bermanfaat. Terima Kasih