Halaman

Hamster

Sabtu, 13 April 2013

              Javascript Comments atau komentar dapat digunakan untuk membuat code lebih mudah dibaca. Nah, materi belajar web kali ini kita akan membahas javascript comments, Sama seperti bahasa pemrograman lain. Javascript juga menyediakan fasilitas untuk menuliskan komentar, komentar tidak akan muncul ketika program dijalankan di web browser. tetapi akan muncu pada saat kita meng-edit. Pemberian komentar dalam Javascript dapat dilakukan dengan dua cara yaitu denganmenuliskan komentar setelah tanda garis miring dua kali, contoh :
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
<script type="text/javascript">
 
// Write a heading
 
document.write("<h1>This is a heading</h1>");
 
// Write two paragraphs:
 
document.write("<p>This is a paragraph.</p>");
 
document.write("<p>This is another paragraph.</p>");
 
</script>
               Atau dengan multi line comment yang dimulai dengan tanda /* dan diakhiri dengan tanda */, contoh :
[jacvascript]
<script type=”text/javascript”>
/*
The code below will write
one heading and two paragraphs
*/
document.write(“<h1>This is a heading</h1>”);
document.write(“<p>This is a paragraph.</p>”);
document.write(“<p>This is another paragraph.</p>”);
</script>
[/javascript]
               Bedanya komentar // hanya berlaku pada baris itu saja sedangkan baris selanjutanyabukan termasuk komentar. Sedangkan /* … */ berlaku sebagai komentar selama belum di tutup dengan */.

Okey, sekarang kita lanjutkan belajar javascript variable. Variabel didefinisikan sebagai tempat kita menyimpan suatu nilai-nilai atau informasi-informasi pada JavaScript. Dalam JavaScript suatu variable bersifat opsional yang berarti variable boleh dideklarasikan atau tidak dideklarasikan. Dan variable JavaScript bisa bernilai apa saja.
Ada beberapa aturan dalam penulisan variable di javascript , yaitu :
• Harus diawalai dengan karakter (huruf atau baris bawah).
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!
• Tidak boleh menggunakan spasi.
• Huruf Kapital dan kecil memiliki arti yang berbeda.
• Tidak boleh menggunakan kata-kata yang merupakan perintah dalam JavaScript.
Contoh mendeklarasi variable dengan var keyword :
?
1
2
3
var x;
 
var carname;
Setelah dideklarasikan, variable diatas kosong (tidak memiliki nilai), namun kita bisa menetapkan nilai variable ketika kita mendeklarasikan mereka :
?
1
2
3
var x=5;
 
var carname="Volvo";
Setelah pernyataan diatas dieksekusi, variable x akan mempunyai nilai 5 , dan carname mempunyai “Volvo”

JavaScript mempunyai tipe data implisit, yaitu :
  • Numerik, seperti : 123456, 2010, 0.2454 dsb
  • String, contoh : “Test”, “javaScript”, “Replace ID” dsb
  • Boolean, bernilai false atau true , contoh : var x = (y>100);
  • Null, variabel yang tidak didefinisakan atau diinisilisasi
Well, sekian untuk materi belajar javascript comment dan variable. Sampai ketemu dimateri belajar javascript selanjutnya.

sumber dari ;;; http://prothelon.com
                       Sintaks untuk pernyataan IF dalam Javascript adalah sebagai berikut:

if (kondisi)
{
Kode kalau if bernilai benar
}

Contoh kodenya :
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
<script type="text/javascript">
 
//Tampilkan "Selamat Pagi" JIKA
 
//variabel time kurang dari 10
 
  
 
var d=new Date();
 
var time=d.getHours();
 
if (time<10)
 
{
 
document.write("<b>Selamat Pagi</b>");
 
}
 
</script>

Hasil dari kode diatas adalah :

Selamat Pagi

Ternyata pernyataan IF dalam javascript sangat sederhana bukan? Dengan pernyataan IF ini, kita bisa membuat program Javascript yang kita buat mulai berpikir seperti yang pernah saya bahas dalam tutorial belajar PHP. Selamat mencoba.

Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
 
sumber dari ;;; http://prothelon.com
               Dalam tutorial belajar Javascript kali ini kita akan melihat bahwa Script Javascript bisa kita letakkan di beberapa tempat, di bagian <head>, <body> atau dalam file terpisah. Mari kita pelajari cara menulis Javascript.
Script pada bagian head
Script ini akan dieksekusi ketika dipanggil (biasanya berbentuk function) atau dipanggil berdasarkan trigger pada event tertentuPeletakkan script di head akan menjamin skript di-load terlebih dahulu sebelum digunakan (dipanggil)
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
<html>
 
<head>
 
<script type="teks/javascript">
 
...
 
</script>
 
</head>
 
</html>

          Script pada Body
Script ini dieksekusi ketika halaman di-load sampai di bagian <body> Ketika menempatkan script pada bagian <body> berarti antara isi dan JavaScript dijadikan satu bagian.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
<html>
 
<head>
 
</head>
 
<body>
 
<script type="teks/javascript">
 
...
 
</script>
 
</body>
 
</html>
              Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI
Ok, untuk pengenalan javascript dan kegunaannya saya rasa cukup. Materi belajar javascript berikutnya kita akan membahas tentang bagaimana kode-kode javascript dituliskan. Selamat belajar yaa..

sumber dari'''''=== http://prothelon.com
Pengenalan PHP, apa sih PHP itu?
OK, dalam tutorial PHP sebelumnya, kita sudah menyiapkan server untuk belajar PHP menggunakan PHP Triad (anda juga bisa gunakan XAMPP atau pake t server yang lainnya, silakan daftar di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang hal tersebut). Pertanyaan berikutnya adalah sebetulnya PHP itu apa sih ?  Untuk menjawab pertanyaan itulah tutorial tentang pengenalan PHP ini saya buat sebagai awal dari seri tutorial belajar PHP ini.
Penjelasan sederhananya adalah bahwa PHP merupakan sebuah program tambahan yang ada dalam software web server anda. PHP bisa anda temukan di web server Apache, Microsoft IIS, dan server-server lainnya (dalam kasus phptriad, web server yang digunakan adalah Apache Web Server). PHP ini gampang dipelajari lho, sama seperti VB yang tutorial dasar-dasar VB nya juga bisa anda baca di prothelon.com ini.
Cara menggunakan PHP juga sangat mudah. Pada prinsipnya anda hanya perlu menyisipkan kode PHP ke dalam tag-tag HTML yang sudah ada di situs anda.
Untuk memudahkan pemahaman anda dalam turoaial pengenalan PHP ini, saya akn coba jelaskan cara bekerjanya secara singkat seperti ini. Ketika ada yang mengakses web anda di halaman yang berisi kode PHP (tentunya dengan file berekstensi .php), server anda akan mengeksekusinya dan kemudian mengirimkan hasil eksekusinya ke web server untuk selanjutnya ditampilkan menggunakan kode HTML.
Itulah sebabnya anda perlu menginstal server anda sendiri untuk mengetes kode PHP anda secara lokal. Dalam hal ini, server merupakan otaknya dan fungsi browser hanyalah untuk menampilkan hasil output serverPHP ke PC klien, yaitu PC anda.
Ingat, PC anda tidak memerlukan tambahan khusus atau apapun untuk melihat hasil eksekusi kode PHP anda.
Mengapa?
Karena begini. Browser anda kan sudah mengerti dan bisa menampilkan bahasa HTML. Web server akan mengolah kode PHP anda dan menampilkan outputnya langsung dalam format HTML. HTML inilah yang dikirimkan ke browser anda. Jadi, hasil output PHP akan diterima melalui internet oleh browser anda dalam format standar HTML. Tentu saja browser anda tidak memerlukan tambahan apapun, karena dia tetap menjalankan tugasnya persis seperti saat menampilkan halaman web tanpa script PHP.
Anda juga perlu tahu bahwa sama seperti HTML, PHP merupakan sebuah bahasa script atau kalau jaman saya dulu sering disebut interpreter. Hal ini berarti kode tidak perlu di-compile sebelum digunakan. Kode yang kita buat hanya akan diproses saat diperlukan. Ini berbeda dengan bahasa pemrograman seperti C, VB maupun Delphi yang perlu di-compile (di-compile artinya di ubah dari bentuk text ke bentuk bahasa mesin yang bisa langsung dieksekusi oleh komputer, biasanya ekstensi filenya adalah EXE).
Konsekuensinya enak, anda menulis kode PHP dalam bentuk teks dan menyimpannya dalam bentuk teks juga. Tapi…… script PHP anda jadi memerlukan interpreter yaitu server PHP untuk mengeksekusi kode PHP yang masih dalam bentuk teks, sedangkan pada program hasil compile dalam bentuk executable file tidak memerlukan program lain untuk bisa dieksekusi. Server PHP ini adalah penerjemah kode PHP menjadi bahasa mesin yang dikenal oleh hardware komputer.
Oh ya, kalau anda memerlukan pendalaman lebih detil tentang sintak-sintaks PHP, maka anda bisa mengunjungi situs  php.net. Situs ini berfungsi sebagai pusat pengembangan dan dokumentasi resmi dari PHP (ingat kan, PHP itu sifatnya open source, jadi harus ada tempat berkumpul dan berkoordinasi buat para pengembangnya. (kebayang kalau ndak ada yang koordinasi, bakalan ribet banget tuh proses pengembangannya, iya kan?).
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Php.net memiliki banyak materi referensi mengenai PHP dan berbagai macam tips yang dikirim para programmer dari seluruh penjuru dunia. PHP.net memiliki informasi yang sangat hebat dan mendalam mengenai PHP, tapi akan sangat mengerikan bagi pemula untuk langsung terjun ke sana. Itulah sebabnya situs ini dibuat, selain materi di sana sudah advance, yang bikin repot buat kita ya bahasa inggrisnya itu loh. Tapi jangan khawatir, di akhir tutorial ini kita akan membicarakan mengenai bagaimana cara untuk memanfaatkan situs php.net tersebut.
OK, sekarang kita sudah tahu mengenai PHP, so what gitu loh? Emang PHP bisa apaan aja sih ? Namanya pengenalan PHP ya kudu membahas kebisaan PHP juga kan. Nah, gini loh, PHP itu bisa:
  • Mengambil informasi dari form berbasis web dan menggunakannya untuk berbagai macam keperluan (menyimpan dalam database, membuat halaman berkondisi berdasarkan isi form, ngirimin e-mail, ngirim e-mail ke pacar secara otomatis saat ultah do’i, pokoknya macem-macemlah);
  • Autentikasi dan menelusuri pengunjung, artinya kita bisa tau pengunjung situs kita itu lebih senang ngeliat halaman yang mana;
  • Melayani halaman yang berbeda-beda tergantung pada penggunaan browser atau peralatan (misalnya kita bisa tahu pengunjung situs kita itu pake IE atau Firefox atau PDA dan memperlakukannya secara berbeda. Kebayangkan kalau layar sekecil PDA dicekokin halaman web standar yang gede?);
  • Menampilkan seluruh halaman situs kita dengan hanya menggunakan satu layout. Kalau halamannya statis, kita harus membuat satu layout untuk satu halaman bisa bete tuh;
Namun sebelum kita mempelajari penggunaan khusus PHP, seperti biasa, kita perlu mulai dari yang sederhana dulu. Diawali dengan cara membuat blok program PHP dengan skrip sederhana berikut.
Tolong tulis kode di bawah ini (yang berwarna merah itu) pake notepad aja yah. Terus simpan dengan nama prothelon.php. Jangan lupa saat menyimpan di kotak file name, nama file harus diapit dengan tanda kutip (“prothelon.php”) soalnya kalau tidak begitu, nanti ekstensinya akan jadi txt dan nama filenya jadi prothelon.php.txt. Skrip sederhana ini akan menampilkan tulisan:
“Anda berada di situs Prothelon!”
pada browser anda.
?
1
2
3
<?
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
Kata-kata dalam tanda kurung adalah teks yang akan di tampilkan oleh browser, sedangkan sisanya merupakan kode PHP.
Tag merupakan awal dan akhir skrip, sedangkan karya-karya anda harus diletakkan di tengahnya. Gimana, dah ngerti? Bagus…
Ok, itulah akhir dari tutorial pengenalan PHP kita. Dalam artikel selanjutnya kita akan mempelajari aturan-aturan dasar dalam menulis kode PHP yang harus anda ketahui sebelum anda menulis skrip PHP pertama anda termasuk cara ngegabungin PHP sama HTML. Jadi Kembalilah minggu depan OK?

sumber d ambil dari;;;;;http://prothelon.com
                                                   Aturan Penulisan Kode PHP

Setelah sebelumnya kita mempelajari Tutorial Pengenalan PHP , sekarang waktunya untuk melanjutkan dengan membahas aturan penulisan kode PHP.
Masih ingat saat belajar PHP sebelumnya kan? Kalau kode-kode PHP anda akan disisipkan di antara kode-kode HTML. Sebagai akibatnya, PHP dan HTML akan sama-sama kita tulis dalam bentuk teks biasa. Kode PHP anda (misalnya dalam contoh di bawah ini  adalah sebuah halaman yang menampilkan kata-kata “Anda berada di situs Prothelon!”) akan berada di sela-sela kode-kode dalam sebuah file HTML yang berekstensi .php, bukan .htm atau .html seperti biasanya.
Contoh halaman dari penjelasan tersebut adalah sebagai berikut. Perhatikan contoh aturan penulisan kode PHP ini :
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<html>
<head>
<title> Contoh Halaman PHP </title>
</head>
<body>
<font color="blue">PHP kode saya akan membuat halaman ini menampilkan:</font>
<p>
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
</body>
</html>
Nah, perhatikan contohdi atas. Anda mungkin sudah mulai memahami cara kerja PHP dan HTML. HTML tetap diperlakukan sebagaimana HTML persis seperti HTML tanpa kode PHP, tetapi semua kode yang berada di antara tag akan dianggap kode PHP dan diproses oleh server PHP.
Ingat kan? Hasil output dari proses PHP itu yang akan ditampilkan oleh HTML ke browser. Perhatikan bahwa jika anda menyimpan file dengan ekstensi .htm/html, maka browser juga akan muncul akan menampilkan juga tag php namun tidak memprosesnya, sehingga muncul seperti ini:
?
1
2
3
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
Sedangkan jika anda menyimpan dalam ekstensi .php, maka yang muncul hanya:
Anda berada di situs Prothelon!
Gitu….
Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Cara Penulisan Kode PHP
Setelah anda memahami bagaimana sebuah kode PHP dan HTML dikawinkan dan diproses, sekarang saatnya bagi anda untuk mempelajari aturan-aturan dasar penulisan sintaks PHP. Aturan-aturan dasarnya secara singkat adalah sebagai berikut:
Penamaan File PHP
File PHP anda harus disimpan dengan ekstensi .php (jika anda menemukan file dengan  ekstensi .php3 atau phtml maka kemungkinan besar file-file tersebut ditulis menggunakan PHP versi 3 ke bawah). Seperti sudah saya jelaskan sebelumnya, file-file tersebut akan disimpan sebagai file teks biasa. (Artinya kita ndak butuh editor khusus kalau kepepet, cukup notepad. Namun perlu diingat bahwa notepad tidak memunculkan nomor baris yang akan kita perlukan saat melakukan debugging jika ada masalah dengan kode kita).
Komentar PHP
Komentar adalah bagian penting dalam kode PHP yang anda buat. Anda akan memerlukan komentar ini untuk membantu mengingat lagi kegunaan sebuah blok kode nantinya. Anda harus membiasakandiri untuk menuliskan catatan tentang kode-kode anda dengan tag komentar, sehingga sifat manusiawi kita yang pelupa bisa terbantu jika suatu saat anda perlu mereview kembali kode-kode yang pernah anda buat. Cara untuk membuat komentar yang tidak ingin anda tampilkan atau eksekusi adalah  dengan menambahkan “//” di awal baris atau mengapit komentar dengan “/*” dan “*/” jika perlu membuat komentar yang panjang:
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
<?php
// Baris ini akan diabaikan. Catatan untuk kita sendiri:
// Saya membuat script ini sambil
//Membaca, berenang dan menyelam.
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
/*
Tiga baris berikut ini juga akan diabaikan.
Dan jangan lupa untuk kembali ke situs ini setiap minggu
untuk melihat artikel/tutorial baru!
*/
?>

Permulaan Kode PHP
Blok kode PHP diawali dengan “<?php” (atau cukup disingkat “<?” saja bila server anda mengijinkan…dan biasanya bisa).
Akhir Kode PHP
Blok kode PHP ditutup dengan menambahkan “?>” di akhir blok kodenya.
Akhir Baris Program PHP
Setiap baris instruksi program diakhiri dengan tanda titik koma “;”. Artinya walaupun anda menuliskannya lebih dari 1 baris tetap akan dianggap satu baris instruksi program jika belum ada tanda titik koma (lihat contoh di penjelasan tanda kurung di bawah).
Tanda Kurung
Tanda kurung akan banyak anda gunakan dalam kode PHP. Salah satu penggunaan yang sering dilakukan adalah dalam memanggil fungsi. Secara sederhana, setiap fungsi PHP akan berbentuk seperti ini ….
?
1
print ( );
“print” adalah nama fungsi dan informasi lain yang perlu ditambahkan pada fungsi tersebut akan anda tuliskandi dalam tanda kurung. Ingat….. jangan lupa untuk mengakhiri dengan tanda titik koma (kesalahan tidak mengakhiri dengan titik koma ini paling sering terjadi pada pemula). Oh iya, sebelum lupa, echo() juga memiliki kegunaan yang sama dengan print().
Spasi, pergantian baris, dll tidak akan mempengaruhi output lho. Sehingga, bagian kode berikut ini …
?
1
2
3
<?php
print ("Anda berada di situs Prothelon!");
?>
… akan menghasilkan hal yang sama dengan kode berikut ini:
?
1
2
<?php print ("Anda berada di si
tus Prothelon!"); ?>
Saran saya, anda tetap menuliskan dengan menggunakan spasi, kurung dan tab secara wajar. Hal ini penting untuk mempermudah kita membaca program yang panjang. (Biasain yach…)
Belajar PHP harus langsung praktek biar cepet paham. Pengen belajar sambil praktek? klik di sini.
Ok, itulah akhir dari penjelasan tentang aturan penulisan kode PHP kita kali ini. Gimana, masih semangat? Sudah siap menulis kode PHP anda yang pertama? Yuk, datang lagi minggu depan untuk memulai.
Belajar HTML merupakan proses pertama yang umumnya dilakukan oleh para web programer. Nah setelah selesai dengan belajar HTML, maka kamu akan memiliki kemampuan untuk membuat halaman web statis. Berikutnya kamu pasti pengen bisa bikin halaman web yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pengunjung secara lebih intens. Waktu itulah kamu perlu mulai belajar PHP. Setelah belajar PHP maka kamu bisa melanjutkan dengan belajar MySQL untuk menambah kemampuan PHP kamu.
Saya bisa dengan singkat menjelaskan seperti ini.
HTML diperlukan terutama untuk membuat tampilan web, PHP untuk menambah kemampuan interaksi dengan pengunjung dan kemampuan menyimpan data akan disupport oleh MySQL. Lengkap sudah semuanya. Namun tentu saja web programming tidak hanya sebatas itu. Selain belajar HTML, PHP dan MySQL, tentu saja kamu dapat mempelajari juga bahasa script lain yang akan lebih memperindah tampilan web kamu dan mempermudah proses desain web kamu seperti CSS dan Javascript. Kamu juga mungkin akan perlu menambah ketrampilan kamu dalam membuat desain web dangan berbagai aplikasi pembuat web seperti Dreamweaver dan FrontPage serta belajar aplikasi pengolah gambar seperti Fireworks dan Adobe.
Tetapi untuk saat ini kita akan konsentrasi ke materi belajar HTML yang menjadi dasar semua pemrograman web.
Perlu saya sampaikan di sini bahwa meskipun kamu sudah  menguasai berbagai aplikasi yang mempermudah desain web, tetapi walau bagaimanapun pada akhirnya kamu tetap akan memerlukan kemampuan untuk melakukan pemrograman hands on alias manual untuk melakukan berbagai tuning dalam program kamu.
Oh ya, sebelum saya lupa, saya perlu sampaikan bahwa tutorial belajar HTML ini hanya salah satu dari puluhan tutorial lain tentang HTML yang ada di prothelon. Saran saya, silakan lihat dulu daftar tutorial HTML ini dan pelajari tutorial-tutorial tersebut secara berurutan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Siap? OK, kita akan mulai belajar HTML.
Pengenalan HTML
Apa yang dimaksud dengan file HTML?
-    HTML merupakan kependekan dari Hyper Text markup Language
-    Sebuah file HTML merupakan sebuah file teks yang berisi tag-tag markup
-    Tag markup memberitahukan browser bagaimana harus menampilkan sebuah halaman
-    File HTML harus memiliki ekstensi htm atau html
-    File HTML dapat dibuat menggunakan editor teks yang biasa kamu pakai.
Pengen Nyoba Bikin?
Mulailah dengan membuka Notepad (di Windows XP bagi yang belum pernah klik Start, Program, Accessories, Notepad).
Ketikkan teks berikut:
?
1
2
3
4
5
6
7
8
<html>
<head>
<title>Judul Halaman</title>
</head>
<body>
Ini halaman pertama saya. <b>Teks ini ditebalkan</b>
</body>
</html>
Try This: 4 Langkah Mudah Belajar Cara Membuat Website, Langsung Praktek! KLIK DI SINI!.
Simpan dengan nama “halamanku.htm” (jangan lupa tambahkan tanda kutip ganda pada nama filenya. Kalau lupa maka nama filenya akan menggunakan ekstensi default .txt sehingga menjadi halamanku.htm.txt).
Buka Browser kamu (misalnya internet explorer). Kilk File, Open, Browse dan pilih cari file halamanku.htm yang tadi kamu bikin. Klik OK, dan browser akan menampilkan halaman yang tadi kamu buat.
Gampang kan? Atau masih bingung? Ok, kita akan melihat penjelasan dari contoh di atas.
  • Setiap tag diapit oleh tanda lebih kecil dan lebih besar. Kamu bisa melihat bahwa tag pertama adalah <html>. Tag HTML pada umumnya selalu memiliki pasangan yang memiliki tag sama dengan sedikit tambahan tanda garis miring “/”, dan kamu bisa melihat pasangan tag <html> di akhir script yaitu </html>.
  • Tag <html> memberitahu browser bahwa inilah awal dari dokumen HTML. Tag pasangannya yaitu </html> menyatakan bahwa inilah akhir dari dokumen HTML.
  • Teks di antara <head> dan </head> adalah teks informasi header. Informasi header ini tidak ditampilkan pada jendela browser.
  • Teks di antara <title> adalah judul dokumen kamu. Judul ini akan ditampilkan di caption browser (lihat di bagian paling atas kanan dari browser kamu).
  • Teks di antara tag <body> adalah teks yang akan ditampilkan pada jendela browser kamu.
  • Dan terakhir, teks di antara <b> dan </b> akan ditampilkan dalam huruf tebal.
Nah, dengan penjelasan ini kamu mustinya udah mulai manggut-manggut dan merasa, ko ternyata belajar HTML gampang gini yah icon smile Belajar HTML . Mudah-mudahan.
Sekarang kita akan lihat mengenai ekstensionnya. Sebagaimana sudah disampaikan di awal, kita bisa membuat file HTML dengan 2 ekstension yaitu .htm dan .html. Nah ekstension .htm ditujukan untuk operating sistem jaman dulu yang hanya mensupport ekstensi 3 huruf. Sedangkan ekstensi .html akan lebih aman digunakan jika OS dan aplikasinya support karena lebih jelas menunjukkan bahwa ini adalah file HTML.
Sebagai catatan, setiap kamu melakukan perubahan pada file HTML kamu, maka kamu harus me refresh browser untuk melihat perubahan tampilannya.
Ok, tutorial belajar HTML sesi perkenalan cukup, kita akan melanjutkan ke level berikutnya tentang elemen HTML. Kamu juga bisa melihat daftar tutorial HTML apa saja yang ada di prothelon.com.
Check back soon for new tutorial.

Membuat Aplikasi Penjualan Sederhana dengan Visual Basic 6.0

 
 
 
 
 
 
Rate This

Membuat Aplikasi Penjualan Sederhana dengan Visual Basic 6.0

Di sini saya akan membahas tentang cara membuat aplikasi penjualan yang sangat sederhana menggunakan visual basic 6.0 dengan database SQL Server 2000. Pastikan Anda sudah mengaktifkan SQL Server Service Manager. Untuk cara mengaktifkannya dapat dilihat di sini. Kemudian buatlah database dengan nama “Penjualan”, caranya dapat dilihat di sini. Lalu buatlah beberapa tabel dengan struktur tabel seperti di bawah ini :
Tabel Barang


Tabel Penjualan


Tabel Penjualan Detail



Membuat Tampilan Master Barang

Sekarang membuat tampilan form master data barang. Jadi intinya, seluruh data barang yang ada dapat di input ke dalam database melalui form master barang ini. Namun sebelum bekerja membuat form ini, aktifkan dulu komponen-komponen tambahan yang diperlukan dalam form ini. Yaitu, Microsoft ADO Data Control 6.0 (OLEDB) dan Microsoft DataGrid Control 6.0 (OLEDB). Caranya klik menu ProjectComponents, atau tekan tombol Ctrl+T.

Pada jendela Components, pilih Microsoft ADO Data Control 6.0 (OLEDB) dan Microsoft DataGrid Control 6.0 (OLEDB). Lalu klik OK.

Hasilnya dapat dilihat di panel sebelah kiri.

Kemudian buatlah tampilan form seperti gambar di bawah ini, dengan menambahkan beberapa komponen ke dalam form, yaitu:

  • Frame : 4
  • Label : 4
  • TextBox : 5
  • CommandButton : 8
  • DataGrid : 1
  • Adodc : 2

Atur properties masing-masing komponen seperti tabel berikut :

Komponen Properties Nilai
Form Name frmBarang
BorderStyle 1 – Fixed Single
Caption .:: Master Data Barang ::.
StartUpPosition 2 – CentreScreen
Frame1 Name Frame1
Text
Label1 Caption Kode
TextBox1 Name TxtKodeBarang
TabIndex 1
Text
Label2 Caption Nama
TextBox2 Name TxtNamaBarang
TabIndex 2
Text
Label3 Caption Harga
TextBox3 Name TxtHarga
TabIndex 3
Text
Label4 Caption Stock
TextBox4 Name TxtStok
TabIndex 4
Text
Frame2 Name Frame2
Text
Command1 Name CmdTambah
Caption Tambah
TabIndex 5
Command2 Name CmdUbah
Caption Ubah
TabIndex 6
Command3 Name CmdHapus
Caption Hapus
TabIndex 7
Frame3 Name Frame3
Text Masukkan Kode Barang
TextBox4 Name TxtCari
TabIndex 8
Text
Command4 Name CmdCari
Caption Cari
TabIndex 9
Frame4 Name Frame4
Text
Command5 Name CmdFirst
Caption <<
TabIndex 10
Command6 Name CmdPrev
Caption <
TabIndex 11
Command7 Name CmdNext
Caption >
TabIndex 12
Command8 Name CmdLast
Caption >>
TabIndex 13
DataGrid1 DataSource Adodc1
Adodc1 Name Adodc1
Visible False
Adodc2 Name Adodc2
Visible False
Setelah semua properties diatur, maka akan menghasilkan tampilan seperti ini:


Membuat Koneksi Database


  1. Klik kanan komponen Adodc1 – pilih ADODC Properties.
  2. Pada tab General di jendela Property Page, pilih Use Connection String – klik tombol Build…
  3. Pada tab Provider pilih Microsoft OLE DB Provider for SQL Server, lalu klik Next.
  4. Pada tab Connection isikan nama server (contoh: DELHERU), kemudian pilih Use Windows NT Integrated security, kemudian pilih Select the database on the server dan pilih database yang akan digunakan (contoh: Penjualan).
  5. Kemudian klik tombol Test Connection lalu klik OK. Jika koneksi sukses maka akan keluar informasi berikut ini :
  6. Anda akan dihadapkan pada jendela Property Page lagi. Sekarang pilih tab RecordSource, pada Command Type pilih 2 – adCmdTable, lalu pada Table or Store Procedure Name pilih tabel Barang. Kemudian klik ApplyOK.
  7. Lakukan hal yang sama pada komponen Adodc2 seperti langkah 1-6.
  8. Kemudian atur lagi properties TextBox (TxtKodeBarang, TxtNamaBarang, TxtHarga, TxtStok) seperti tabel di bawah ini :
Komponen Properties Nilai
TxtKodeBarang DataSource Adodc1
DataField Id_Barang
TxtNamaBarang DataSource Adodc1
DataField Nama_Barang
TxtHarga DataSource Adodc1
DataField Harga_Barang
TxtStok DataSource Adodc1
DataField Stok
Menulis Coding Program


  1. Masuklah pada halaman kode, klik menu View – Code
  2. Dari baris pertama halaman kode tulis coding untuk membuat kode barang otomatis, seperti berikut ini :
  3. Kembali pada halaman desain form, klik View – Object. Kemudian klik ganda tombol Tambah dan tulis coding berikut ini :
  4. Kembali pada halaman desain form. Kemudian klik ganda tombol Ubah dan tulis coding berikut ini :
  5. Kembali pada halaman desain form. Kemudian klik ganda tombol Hapus dan tulis coding berikut ini :
  6. Kembali pada halaman desain form. Kemudian klik ganda tombol Cari dan tulis coding berikut ini :
  7. Kembali pada halaman desain form. Kemudian klik ganda tombol << dan tulis coding berikut ini :
  8. Kembali pada halaman desain form. Kemudian klik ganda tombol < dan tulis coding berikut ini :
  9. Kembali pada halaman desain form. Kemudian klik ganda tombol > dan tulis coding berikut ini :
  10. Kembali pada halaman desain form. Kemudian klik ganda tombol >> dan tulis coding berikut ini :
  11. Kembali pada halaman desain form. Kemudian klik ganda TextBox Harga (txtHarga)
    dan tulis coding berikut ini :
  12. Kembali pada halaman desain form. Kemudian klik ganda TextBox Stok (TxtStok)
    dan tulis coding berikut ini :
Menjalankan Program

Setelah semua langkah-langkah di atas sudah selesai, Anda dapat menjalankan program tersebut dengan menekan F5 atau Run. Jika segala sesuatunya sukses, maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini :

Untuk menambah data, klik tombol Tambah, lalu masukkan data seperti contoh berikut :


Kemudian klik tombol Simpan, maka data yang dimasukkan tadi telah tersimpan di database.

Untuk mengedit, mengahapus, dan mencari data, anda bisa mencobanya sendiri. Dan untuk program transaksi penjualan, tunggu postingan berikutnya…..
Quote : “Jangan pernah mengatakan “Saya tidak bisa”, jika kamu belum mencobanya”

SUMBER DARI: http://yasmui.wordpress.com